Admin
Kamis, 10 April 2025
BUARAN - Tradisi Gunungan Megono Syawalan di Pekalongan merupakan perayaan yang diadakan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, tepatnya pada hari ke-7 bulan Syawal. Acara ini berlangsung di objek wisata Linggoasri, Kecamatan Kajen, dan melibatkan arak-arakan gunungan megono serta hasil bumi dari 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
Tradisi ini berasal dari kebiasaan masyarakat Muslim setempat sebagai ungkapan syukur atas hasil panen dan berkah selama setahun. Gunungan megono sendiri terbuat dari olahan nangka muda yang dicampur dengan kelapa parut dan bumbu, menjadikannya makanan khas Pekalongan. Selain sebagai simbol kesuburan, gunungan ini juga melambangkan kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, acara ini dimulai dengan kirab gunungan yang diarak menuju lokasi acara. Masyarakat berpartisipasi aktif dengan mengambil bagian dari gunungan megono, yang dipercaya dapat membawa keberkahan dan kesehatan. Selain itu, terdapat lomba gunungan terbaik yang menambah kemeriahan acara.
Tradisi Gunungan Megono tidak hanya memiliki nilai budaya tetapi juga berdampak positif pada perekonomian lokal. Acara ini menarik banyak pengunjung, meningkatkan penjualan bagi pedagang setempat, serta mempererat hubungan antarwarga. Pemerintah setempat juga mendukung pelestarian tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya yang harus dijaga.
Secara keseluruhan, Gunungan Megono Syawalan menjadi momen penting bagi masyarakat Pekalongan untuk merayakan kebersamaan, syukur, dan memperkuat identitas budaya mereka.